di bawah teror (14)

malam harinya, si adi sms gw lagi. “mas, benar pacar mas tadi dah keluar dari asrama dan disenggol sepeda motor?” secara gw ga tahu dia dah keluar atau ga, maka gw sms lah temen gw itu dan bertanya soal itu. ternyata bener juga. maka gw balas sms si adi, “iya, tapi kata pacarku mereka cuma senggol dikit aja gitu sih.”

“mereka senggol sedikit karena mereka tidak yakin itu target mereka, mas.”

“oh? jadi sebenarnya rencana mereka itu gimana?”

“rencana awal mereka mau godain dulu. sesudah itu mau dihipnotis. lalu mereka bawa lari. kalau tetap gagal, langsung mereka tabrak saja. tadi mereka tidak yakin makanya hanya disenggol saja. ternyata perempuan itu tidak ada reaksi apa-apa.”

“mereka dah jelas ga mau berhenti yah?”

“dari pembicaraan anak buah ibu itu, mereka baru berhenti kalau target mereka sudah benar-benar hancur. sepertinya mereka tidak main-main!!”

“hmm .. ok. ati-ati yah, jangan sampai ketahuan kalau kamu terus kasih informasi ke aku”

“iya mas.”

hmm … masalahnya tampak semakin rumit. tapi gw ga bisa berbuat banyak, secara keesokan harinya gw mesti keluar kota beberapa hari. esok harinya, ga lama sebelum gw berangkat pergi dari kota, si adi sms lagi. “mas, ingatkan pacarmu kalau ada yang menelepon dia atas nama ibumu atau keluargamu untuk diajak ketemuan di hotel manapun jgn coba2 mau. kata anak buah ibu itu, nomor hp pacarmu sudah mereka dapatkan. itu info yang saya dapat barusana. sms maupun telpon jangan dipercaya.”

urgh. ga enak banget gini momennya. pas gw mau keluar kota ada berita seperti ini. jadi ya sudah, gw forwardin info tersebut ke teman gw itu sambil bilang supaya dia hati-hati dan ga percaya dengan si ibu-ibu itu andaikan dia sungguh benar jadi telfon. “kamu tahu aku dan ibuku ada di mana. jadi, kalau dia sungguh telfon kamu, kamu tahu da pasti dia cuma seorang penipu.”

perjalanan gw ke luar kota lancar, dan urusan gw hari itu beres. esok harinya, gw dapat sms dari teman dekat gw itu. “v, si ibu-ibu itu telfon lagi. dia sempat ngajakin ketemuan gitu tapi aneh deh. dia bilang dia itu ibumu dan ngajakin ketemuan. dia bilang kamu ke psar dlu ntar smpai dsana aq calling dmna kta ktmuan…, ag bilang bgni.., aq tw pa yag ibu inginkn dri aq jdi untk ktmuanny dbtalkan ja deh.., lgian hnya buang2 wktu..,aq tuh gk prnah trjbak olh kta2 ibu.., ktnya begini.., braniny ya kmu bcra sprti tu ma aq sbgai ibuny v. aq blang bgni.., v. gk sudi trima kmu sbgai ibuny krn ibuny yg asli bkan sperti ibu pnjhat klas kakap..,”

“trus?” gw tanya kelanjutannya.

“trus dia bilang, loh msa ibu tga brbuat jhat seh ma kmu…? aq blang bgni.., gk usah bsa2i bu.., aq tau mau ibu apa.klu mang ibu mw ktmuan ma aq gpp, tpi aq bwa v. ya…? ktanya bgni.., gk ush bwa v. ntar gk enak gtu.., aq blang gni.., kok gk enak seh ma anakny sndri..,?”

“trus?”

“trus dia ga jawab lagi. gitu aja dia ga sms lagi.”

“hmm .. ya udah. ati-ati aja kalau gitu. dia da makin serius dengan ngajakin kamu ketemuan berarti.”

“iya v..,”

gw mikir, hmm .. satu lagi informasi dari si adi benar-benar jadi kenyataan. jadi, apa semua ancaman ini beneran yah? kalau emang bener, berarti si ibu-ibu itu dah makin serius donk ini. hmm .. tapi sapa ibu itu sebenarnya yah? duh. bingung!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s