di bawah teror (12)

jam 5 sore lewat sedikit. gw cek handphone dan tampak ada pesan singkat dari adi. dia bilang, “mas v. saya sudah ganti nomor karena mereka sudah tahu saya telah beritahu mas rencana mereka. saya tidak tahu apakah ada teman pacarmu yang sekongkol dengan mereka. yang saya tahu ada sesuatu dalam diri mas yang bisa menghalangi mereka berbuat sesuatu, sedangkan kalau pacarmu bersama dengan teman-temannya, masih ada peluang karena hipnotis.”

waktu baca itu gw mikir lagi, gw heran. kalau orang kristen mah ga takut soal hipnotis. bukan karena siapa dengan siapa sih, tapi karena dalam diri masing-masing orang kristen memang sudah ada Roh yang lebih kuat dari roh di dunia ini. kalau sampai “kemasukan” berarti ada sesuatu yang ga beres.

selain itu, ngapain ganti nomor kalau memang sudah ketahuan anak buah si peneror? ganti nomor menurut gw bukan sesuatu yang relevan, kecuali kalau nomornya yang lama memang diambil oleh anak buah ibu-ibu psikopat itu. tapi gw ikutin aja alur smsnya, gw pingin dapat lebih banyak info.

ga berapa lama, adi sms lagi. katanya, “hati-hati dengan perempuan cantik yang ada di angkot.”

“aha!!!” dalam batin gw berteriak. dia sebut juga urusan cewe cantik yang sebelumnya dah diceritakan temen deket gw itu. jadi apa informasi dari si adi ini benar-benar valid? lantas gw tanya, “hmm .. iya tadi memang ada cewe yang coba dekatin pacarku sih. dia kaget gitu waktu ceweku berhenti di tempat yang ga dia duga. omong-omong, orang-orang sewaan mereka itu orang jawa aja? atau campuran?”

“ibu-ibu itu sewa ga hanya orang jawa, mas, macam-macam. saya prihatin sekali terhadap kondisi pacarmu. saya bisa bayangkan kalau itu terjadi pada saudaraku perempuan.”

“ok kalau gitu. hati-hati yah. jangan sampai ketahuan.”

“iya, mas. saya berusaha sebaik mungkin untuk bisa terhindar dari ancaman mereka. jaga baik-baik pacarmu, pesan saya.” begitulah dia mengakhir pesan singkatnya malam itu.

malamnya gw sms temen deket gw itu tanya gimana kabarnya. dia jawab “aq agak demam sedikit sih. tadi siang sempat mimisan selama 10 menit gitu.”

“ooh? terus gimana sekarang? dah ga pa pa?

“udah.”

pembicaraan lewat sms tersebut ga berlangsung lama karena kami berdua sudah terlalu capek malam itu.

pagi-pagi, gw dapat sms dari si adi lagi, “mas, saya sudah kena serangan!! hati-hati!! kaki dan tangan saya serasa diikat, tidak bisa bergerak dan sakit sekali.” gw baca pesan itu sekitar dua jam sesudah dia kirim, jadi gw tahu mesti bilang apa lagi sih.

ga berapa lama kemudian dia sms lagi. “mas, anak buah ibu itu baru saja lapor bahwa mereka sudah berhasil menyantet pacarmu, walau kecil saja. saya tadi baru saja diberitahu oleh mereka yang melakukan.”

“ooh? jadi mereka dah main kuasa gelap nih?” kalau ini sih gw agak tenang, karena dah tahu gimana harus melawannya.

“iya, mas. pacarmu masih bisa bertahan karena ada sesuatu dalam dirinya.”

“hmmm .. ok. hati-hati yah. jangan sampai ketahuan kalau kamu masih terus memberikan informasi padaku.”

“iya mas.”

sesudah dapat informasi itu, gw lantas siap-siap untuk memulai hari yang baru itu. gw mo cek keadaan temen deket gw itu.

Advertisements

2 thoughts on “di bawah teror (12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s