di bawah teror (11)

selasa sore itu, kami berdua sampai di gereja tepat waktu. tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi, baik saat kami di gereja, makan malam, maupun saat gw mengantarkan dia pulang. sampai keesokan paginya …

“mas v., hari ini mereka bersikeras untuk bisa mendapat pacarmu karena dua hari berturut-turut pacarmu tidak di kota. cara mereka adalah naik angkot dan cari tempat-tempat yang sunyi.” sms dari si adi membangunkan gw. gw lihat pesan tersebut dikirim jam 08.13 pagi.

ga berapa lama datang lagi sms darinya, “saya perlu beritahukan pikiran mas v. bisa mereka baca dan juga apa tindakan mas. hati-hati mas.”

“oh ya?” gw jawab. terus gw bilang, “emang gimana caranya?”

“mreka masih pakai paranormal yang kemarin mas. saya tidak diberitahu gimana caranya. yang penting mereka bisa. mas jangan bertindak apa-apa yang bisa membuat mereka semakin ganas.”

bingung juga gw. apa yang dia maksud dengan jangan bertindak apa-apa yang bisa membuat mereka semakin ganas kalau orangnya siapapun gw ga tau. hmmm … aneh.

“kalau gitu, kamu tahu ciri-ciri fisik mereka gimana?”

“saya tidak tahu, mas. mereka ganti orang tiap hari, jadi susah untuk melacaknya. apalagi saya tidak tahu pasti karena saya hanya cari info dari anak buah mereka yang saya kenal.”

“ya sudah. terima kasih buat informasinya. kamu hati-hati yah. jangan sampai ketahuan!!”

“ya mas. saya berbuat yang terbaik untuk tetap aman.”

buat memastikan keadaan aman, gw sms teman gw itu. “gimana situasi? aman-aman? kita sarapan sama-sama yuk.”

“aman-aman. mau donk sarapan. ketemu di mana?”

“ketemu di tempatku aja.setengah jam dari sekarang gitu?”

“iyah…,”

ternyata si dia datang sekitar sejam kemudian. langsung kami menuju tempat kami ingin sarapan pagi itu. ga berapa lama dia cerita.

“v., tadi ada yang aneh loh waktu aku naik angkot…”

“oh ya? apa?” gw langsung kaitkan ini dengan sms yang gw terima dari si adi tadi pagi.

“ada cewe cantik banget di angkot. dia ajak kenalan gitu. pertamanya ajak kenalan gitu. terus lama-lama tanya mau ke mana.”

“hmmh .. trus?”

“ya aku jawab mau makan ma teman. trus yang aneh tuh, waktu aku berhenti di pertigaan dekat kompleks ruko itu dia kaget. dia bilang, ‘loh koq turun sini?’ seolah-olah dia itu dah kira aku mau pergi ke tempat lain. ruteku yang biasa.”

“oh ya?” rada-rada kaget gw. gawat juga nih, mereka beneran dah melaksanakan aksinya. “trus-trus?”

“yah aku ngerasa kaget juga sih. tapi aku biarin aja. turun terus langsung jalan ambil angkot buat ke rumahmu tadi.”

“hmmh aneh juga nih. soalnya tadi pagi aku barusan dapat informasi dari informanku. dia bilang mereka sebel banget karena rencana mereka gagal karena kamu selama dua hari ga ada di kota.”

“oh ya?”

“heeh. rencana mereka sih kelihatannya mau menghipnotis kamu di angkot di tempat-tempat yang sepi gitu.”

“hmm … “ dia tampak berpikir mengenai hal tersebut.

“ya udah, kalau mau main hipnotis aja, selama pikiran dan hatimu ga kosong aja, pasti bakal mental koq. tenang aja.” gw coba menenangkan dia.

“iya…, udah lah. kita makan dulu yuk.”

“ok.”

sesudah makan, kami berdua berjalan-jalan bersama. kebetulan hari itu adalah hari liburnya. jadi, kami berdua memiliki waktu yang agak lama untuk keluar bersama. tidak ada sesuatu yang terjadi. ga nampak ada orang yang membuntuti kami. sore harinya …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s