di bawah teror (10)

pagi harinya teman gw lebih cepat bangun, maklum, gw baru tidur sekitar jam 2. sesudah sarapan dan ngobrol bentar dengan keluarga, gw bilang, “sorry yah, kami ada perubahan rencana nih. ternyata nanti sore ada acara gereja yang mesti kami hadiri. jadi kami dah mesti ada di sana jam 5 sore nanti.”

“wah .. kok cepat amat?” tante gw bilang.

“yah itu tan, tiba-tiba acara itu mesti kami hadiri. jadi ya terpaksa kami segera pulang.”

“hmm, ati-ati lho v yah.” oma gw bilang.

“iya, oma.” sesudah berbincang-bincang, jam 9.30 kami berdua diantar sopir gereja ke tempat bis. ga berapa lama, kami berdua pun dah berada di dalam bis yang membawa kami pulang.

di sekitar daerah mojokerto dia bilang “v, perutku sakit nih.”

“eh? pasti maagmu nih kumat. nanti begitu sampai terminal kita beli obat yah. makanya jangan terlambat makan donk.”

“iya nih. sakit banget. semalam juga tuh habis makan bakso.”

“oh ya? hmmm .. pasti gara-gara telat makan. habis ini makanya yang teratur kalau makan yah.”

“huuu huuh” sambil meringis dia jawab.

kira-kira di daerah krian dia tanya lagi, “masih jauh kah?”

“ngga. udah dekat koq. bentar lagi kita sampai.”

“huu ok.”

akhirnya begitu sampai di terminal purabaya, kami segera mencari kios obat terdekat yang jual promag dan membeli obat tersebut beserta dengan beberapa roti dan minuman.

tak lama sesudah kami di dalam bis yang mengantar kami pulang, si dia segera minum promag dan tertidur pulas hingga tujuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s