di bawah teror (7)

“tapi, v, kita mau ke mana sih?”

“ada deh. namanya juga kejutan, masa aku kasih tahu.”

“tapi jangan bawa aku ke tempat yang aneh-aneh lho yah. nanti aku melarikan diri!!”

“hahahah silakan aja melarikan diri :p, nanti kamu juga balik sendiri. heheh … ”

“urgh. ya udah sampai besok.”

“ok.”

sebenarnya gw waktu itu mikir buat bawa temen gw itu ke keluarga besar gw yang ada di ujung lain provinsi ini. gw sengaja ga kasih tau temen gw, jaga-jaga kalau si ibu psikopat itu mampu membaca pikirannya dan praktis mengetahui tujuan kami. malam itu tidak ada sms apa-apa baik dari ibu-ibu itu dan informan gw. maka gw pun tenang-tenang menyiapkan rencana tersebut.

ga banyak barang yang gw bawa saat keesokan harinya menjemput dia di asrama. barusan turun dari angkot, gw telfon dia, “aku dah di depan asrama nih. dah siap?”

“oo? aku barusan aja dari luar, beli makan.”

“iya, tadi aku lihat kok. masih lama nih siap-siapnya?”

“umm bentar yah. sekitar 15 menit lagi gitu …”

“ok. aku tunggu di luar kalau gitu yah. males nih masuk asrama.”

ternyata si dia butuh waktu lebih dari 15 menit untuk siap-siap. bawaannya dia ternyata ga banyak sama sekali. cuma bawa satu kaos dan satu jeans extra. ok lah, perjalanan kami jadi ga ribet. gw juga cuma bawa satu tas.

perjalanan keluar dari kota ga butuh waktu lama, cuma sekitar 30 menit. dalam perjalanan gw sms tante gw, “tante, sorry nih aku bakal ngerepoti. aku dalam perjalanan ke sana. kali ini ga sendiri tapi. aku datang sama temanku cewe. tenang, ga ada apa-apa kok.”

tante gw jawab ga masalah. jadi, makin tenanglah gw membawa teman gw itu ke tempat tujuan tersebut. dari terminal kami ambil bis patas menuju surabaya.  semuanya berjalan sesuai rencana. tidak ada sms gelap. tidak ada orang-orang yang mencurigakan. tidak ada apa-apa. temen gw bahkan masih belum tahu tujuan kami.

hanya sekitar 1.5 jam berselang, sampailah kami di terminal purabaya. terminal tidak tampak sibuk, mungkin karena hari itu adalah hari senin. banyak orang yang sibuk bekerja dan sekolah.

“yuk-yuk, tuh bisnya” gw bilang sambil menggandeng tangannya untuk berjalan menuju bis cepat terbatas antar kota antar provinsi itu.

ga lama sesudah bis meninggalkan terminal, sambil menatap dalam ke kedua matanya gw bilang,  “bis ini menuju ke yogyakarta, tapi kita nanti ga sampai ke yogyakarta. kita nanti ke tempat keluargaku di dekat perbatasan sana.”

“hah!!!!” teman gw tampak kaget dan ga berapa lama kemudian diapun membenamkan mukanya di balik kedua lengannya. tampak tidak percaya bahwa gw bakal membawa dia bertemu dengan keluarga gw. sesudah beberapa lama, baru dia bisa menguasai dirinya, ‘n bilang “udah kuduga sih. tapi tadi ga sempat aku lihat sih bis ini mo ke mana.”

“heheheh …” gw tertawa kecil. “sengaja ga kasih tahu ke mana tujuan kita. daripada kamu melarikan diri seperti yang kamu bilang malam. hehehe”

“urgh” lengan gw dipukulnya tanda kalau dia sebal. ga tahu juga sih sebal atau apa, karena dia memukul sambil setengah tertawa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s