di bawah teror (4)

sesudah itu, si ibu-ibu satu itu tidak lagi mengirimkan pesan apa-apa. gw coba telfon, yang gw denger hanya info kalau nomor tersebut tidak aktif. waktu gw kirim sms, gw dapat pesan dari server kalau pengiriman gagal. pff, pinter juga nih ibu. nomor tersebut cuma dipakai 2-3 jam dan sesudah itu segera ganti nomor lagi. kalau dah gini gimana donk? bakal susah mengantisipasi langkah si ibu itu. tapi, somehow, gw percaya Tuhan ga kekurangan cara buat menolong anak-anaknya. dan itulah yang terjadi malam hari itu juga.

malam-malam sekitar pukul 22.30 gw dapat sebuah pesan singkat dari sebuah nomor yang gw ketahui. kaget juga gw waktu baca isinya. isinya, “mas v, tolong untuk sementara jauhkan pacarmu dari kota ini. saya tidak mau jadi kaki tangan penjahat, apalagi yang sejahat iblis sendiri. mereka merencanakan untuk menghancurkan hidup pacarmu. mereka ingin memerkosanya. mereka licik. hati-hati.”

ouch. ulu hati gw serasa tertikam pisau tajam. jadi itu rencana mereka. kejam banget. gw bales pesannya, “kamu tahu siapa orangnya?” “saya tidak bisa memberitahukannya siapa oknumnya. saya takut. ada satu oknum utama dan dia punya banyak anak buah.”

“hmm, kamu tahu kenapa dia melakukan ini?”

“saya tidak berani mengatakannya, mas. ini berkaitan dengan masa lalu dan pekerjaan.”

egh, masa lalu? masa lalu yang mana pisan. ga jelas banget nih. tapi, gw bisa rasakan ekspreksi ketakutan di sms-smsnya. jadi gw coba terus menggali info, “kamu tahu bagaimana rencana mereka?”

“mereka punya mata-mata di mana-mana. saya tidak tahu bagaimana mereka akan mengeksekusi rencana mereka, mas.”

great!! sekarang ga cuma menghadapi ibu-ibu gila, tapi dia juga didukung dengan anak buah yang banyak. dia berhasil dapat info seputar gw, nyokap, bahkan sampai temen deket gw yang dia kira pacar gw. pff …

“kalau gitu kamu tahu kapan mereka akan beraksi? tapi kalau tentang masa lalu, kenapa pacarku yang mereka kejar?”

“rencana mereka minggu depan akan beraksi mas. hati-hati. dia (si ibu-ibu) itu tidak mengejar kamu tapi pacarmu karena baginya gampang untuk bertindak.”

“hah, ko gitu? aku kan sasaran yang lebih mudah. kenapa mesti repot-repot mengejar pacarku?”

“karena buat dia, melalui pacarmu, kamu nantinya pasti terlibat dan bertanggung jawab.”

“gini-gini, berhubung kamu ga berani kasih tahu nama dari oknum tersebut. bisa kasih tahu ciri-ciri dari ibu tersebut dan gimana kamu bisa kenal dia?”

“lebih tua sedikit dari mama kamu. saya kenal dia dari anak buahnya. kamu harus hati-hati. dia asli jawa saya melihat pikirannya itu sudah bulat, sulit berubah. saya melihat orangnya terlalu tegas. “

“eh, orang jawa? terus, tujuannya dia melakukan ini apa?”

“supaya kamu dan mamamu bisa terganggu.”

“menurutmu, kalau dia bertemu denganku, mau ga dia menghentikan rencana ini?”

“kelihatannya tidak, mas. dia suka melukai. itu yang saya tahu. mas, saya ga berani ikut campur lebih jauh. saya angkat tangan.”

melihat nada ketakutan dalam sms terakhir itu, gw balas singkat, “ok. kamu hati-hati yah.”

Advertisements

One thought on “di bawah teror (4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s