di bawah teror (3)

ah, bener nih. kami sungguh-sungguh berurusan dengan psikopat yang punya uang, motif, dan kesempatan untuk melakukan rencananya. urgh.

gw bales, “bu, sapa sih ibu ko seolah-olah memerankan peran Tuhan?” lantas gw lanjutkan dengan menuliskan lagu yang diangkat dari pemazmur mengenai gembalanya yang senantiasa ada bersama dan melindunginya. ibu-ibu itu bungkam dan tak membalas pesan singkat gw itu sampai keesokan paginya.

jumat pagi. waktu buat temen gw itu untuk mengajar di sebuah sekolah dasar di dekat kampusnya. ga jauh sih, cuma sekitar 15-20 menit jalan kaki. tapi, di beberapa tempat jalanannya lumayan sepi, yang bisa memungkinkan anak buah ibu-ibu itu untuk melakukan aksinya. and so they did!!!!

temen gw cerita kalau ada dua orang cowo yang membuntutinya di pagi hari semenjak dia meninggalkan asrama. dengan sepeda motor yang mereka kendarai pelan-pelan, dua orang cowo itu, salah satunya adalah orang yang sama dengan yang membuntuti temen gw sehari sebelumnya, menguntit perjalanannya.

pelan-pelan, temen gw terus berjalan. merasa yakin kalau dua cowo itu menarget dirinya, dia pun memutuskan untuk menaiki angkot dan pergi meninggalkan daerah tersebut secepat mungkin.

saat peristiwa tersebut terjadi, gw masih belum bangun. namun, ibu itu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk mengirim teror berikutnya. dia bilang,

NAK, PACARMU SENDIRI!

belum sempat gw balas sms itu, dia dah sms lagi. gw kaga terlalu ngerti apa maksud sms dia yang satu ini sih,

MENGAPA PACARMU SERING MENGENAKAN PAKAIAN HITAM!

apa maksudnya yah? emang warna hitam itu jadi warna sial buat ibu-ibu itu? gw ga kasih reaksi apa-apa sih. waktu gw cek dengan temen gw itu, ternyata cerita tersebut klop. pff, mereka dah makin ganas nih.

sambil gw tunggu konfirmasi dari temen gw, eh, ibu-ibu ini sekali lagi kirim sms. bunyinya,

NAK, IBU JANJI MULAI HARI INI IBU TIDAK MENYURUH ORANG MENGIKUTI PACARMU KARENA SEGALA SESUATUNYA IBU TAU GERAK-GERIK PACARMU DAN APA AKTIVITASNYA SETIAP HARI. DI SAAT YANG TIDAK DIDUGA IBUMU INI DATANG! CAMKAN ITU BAIK-BAIK.!!!

masih berada di antara alam mimpi dan nyata, gw pikir, duh, ibu-ibu ini tidak  bisa yah memberikan kesempatan buat gw untuk benar-benar bangun? pff .. ga gw bales. lantas gw kirim pesan singkat ke temen gw, “ati-ati yah. ibu-ibu itu kelihatannya makin serius nih.”

Advertisements

2 thoughts on “di bawah teror (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s