di bawah teror

sebuah catatan harian yang diangkat dari kisah nyata yang masih terus berjalan sampai sekarang.

====================================================

1

kehancuran masa depan

hari itu minggu yang cerah. matahari bersinar terang, langit biru, alam pun seolah sudah seirama untuk memasuki musim kemarau tahun ini. tidak seperti seminggu sebelumnya, di mana hujan lebat mengguyur kota ini di sore hari dan nyaris melumpuhkan aktivitas semua orang.

lepas tengah hari, handphone gw bergetar, maklum ada dalam mode silent, tanda ada sms masuk. hmm .. rupanya ibu-ibu itu kirim sms lagi, sesudah dua bulan. bunyinya seperti ini:

PERMAINAN KITA BELUM SELESAI NAK! JANGAN PERNAH MELAWAN IBU! KEHANCURAN MASA DEPAN PACARMU ADA DI TANGAN IBU NAK!

ah, muncul juga ibu-ibu satu ini. udah dua minggu lebih gw ga dapat sms apa-apa darinya. hmm .. pertanda dia akan melakukan sesuatu kah? well, sebenarnya dia udah melakukan sesuatu sejak sebulan yang lalu sih.

sebulan yang lalu. matahari sudah lama tenggelam dan gw sedang asik melakukan sesuatu. tiba-tiba gw dapat pesan singkat dari seorang temen. dia bilang, “kak, saya baru saja mendapatkan telfon dari seorang ibu-ibu. dia menawarkan sejumlah uang agar saya mau bekerja untuknya. sebagai imbalannya, dia mau saya memberikan informasi tentang kakak dan pacar kakak.”

gw bales, “hmm? ada nomornya ga?” jawabnya pendek, “ga ada kak. kak, saya mendapat perasaan tidak enak tentang ini. dia bilang dia akan telfon saya lagi nanti malam. gimana kak?”

bingung juga gw dapat pertanyaan seperti itu. setelah sejenak berpikir, gw jawab, “ya udah. tolak aja kalau kamu memang merasa tidak enak.”

“ok kak. nomor ini ga akan saya pakai lagi kak. saya takut.”

“ya sud kalau gitu.”

hmm aneh juga pikir gw waktu itu. bukan untuk pertama kalinya sih semenjak gw dekat dengan teman dekat gw itu ada orang-orang yang meneror kami. mulai dari teman-teman satu kampusnya sampai ke guru-gurunya. kasihan juga sih si dia, secara dia tinggal di asrama gitu. pff … ya sudahlah, biarin aja buat sementara waktu.

beberapa hari kemudian, temen deket gw itu sms, “v, tadi ada yang aneh gitu v. mulai dari gw naik angkot sampe ke gereja, ada yang ngikutin gitu. naik sepeda motor.”

“oh?” duh .. mulai dah drama ini gw pikir.

“iya, dua orang. yang satu cowo gitu ‘n yang satu lagi ibu-ibu agak gemuk gitu.” ibu-ibu? duh ini pasti dia yang kapan hari kontak temen gw itu.

“ok. kalau gitu ati-ati yah. kalau ada yang aneh lagi kasih tahu yah.”

“iya” gitu dia bilang.

hmm … rupanya ibu-ibu itu dah mulai menjalankan rencananya. gw ga kira sih dia bakal secepat itu melakukannya.

dan ternyata, aksi pembuntutan itu berlangsung selama beberapa hari. temen gw terus-menerus diikuti kemanapun dia pergi. bahkan, satu sore dia terima pesan singkat dari ibu itu yang berbunyi,

NAK, IBU TAHU AKTIVITASMU SEHARI-HARI. TADI SIANG KAMU MAKAN BAKSO BERSAMA DENGAN TEMANMU DI BAKSO KOTA, KAN?

… (bersambung)

Advertisements

5 thoughts on “di bawah teror

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s