jalan hidup manusia

Jalan Hidup Manusia

Jalan hidup manusia tak selamanya indah, kadang kegelapan menghadang, namun Dia tetap ada
(Kisah Kehidupan)

Dalam kehidupan manusia, tak selamanya segala sesuatu berjalan dengan indah. Kalau kita mau meluangkan waktu sejenak untuk menengok ke belakang dalam kisah perjalanan hidup kita, maka akan kita temukan betapa kegelapan senantiasa berusaha menghadang jalan kehidupan kita.

Itu baru kalau kita melihat ke dalam diri kita sendiri. Sedikit kita luaskan pandangan mata kita ke lingkungan di sekeliling kita. Teman-teman di sekolah, sahabat, rekan kerja, atau orang tua. Maka kita akan menemukan berbagai macam kisah, suka dan duka, semua bercampur menjadi satu dalam kisah perjalanan hidup tiap-tiap insan.

Penulis percaya, setiap orang yang masuk dan keluar dalam kehidupan kita adalah bagian dari rencana Bapa di surga untuk membawa kebaikan bagi tiap-tiap individu yang mengasihiNya. Penulis yakin bahwa pertemuan antara diri kita dengan seseorang yang baru dalam kehidupan ini memiliki makna, bagi kedua belah pihak, yang telah diatur olehNya.

Hal pertama yang sering kita temui dalam pertemuan dengan seseorang adalah lapisan pertama dari kepribadian mereka yang sesungguhnya. Lapisan ini seringkali berkebalikan dengan yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan seseorang tersebut. Muka yang di luar dipenuhi dengan gelak tawa, kegembiraan, dan keceriaan, sebenarnya menyimpan kegetiran hidup yang mendalam. Kisah kehidupan yang mungkin menyayat hati mereka yang mendengarnya. Hal-hal yang menurut kita mungkin tidak seharusnya dialami oleh orang tersebut. Hal-hal yang mungkin tidak akan pernah dimengerti oleh orang lain mengapa harus terjadi, atau bahkan orang tersebut sendiri tidak pernah mengerti mengapa dia harus mengalami hal-hal tersebut. Kegelapan menguasai jalan hidup orang tersebut. Yang ada hanyalah kebahagiaan yang semu.

Semakin penulis menjalani kehidupan ini, semakin penulis merasa bahwa tidak ada alasan bagi kita, orang yang dipilih olehNya untuk menjadi serupa dengan anakNya yang tunggal, untuk tidak bersyukur kepadaNya. Salah satu wujud ucapan syukur kepadaNya adalah dengan berusaha membantu orang-orang seperti yang penulis ceritakan dalam paragraf di atas untuk dapat melalui hari-hari yang dipenuhi dengan kegelapan tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga, di akhir bagian dalam jalan kehidupan tersebut, dia akan menemukan terang yang menyinari jalan hidupnya. Dia akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, tidak lagi kebahagiaan yang semu, dan dia akan dapat berseru “sekalipun kegelapan menghadang, kutahu Dia tetap ada”.

vion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s