Arsip Kategori: cerita bersambung

tulisan ini adalah tulisan terakhir dari cerita di bawah teror. maaf kalau gw tidak menceritakan secara lebih detail apa yang terjadi selama dua-tiga minggu semenjak apa yang terjadi di tulisan sebelum ini.

saat ini teman gw sudah ga menghadapi serangan teror lagi. gw bersyukur karenanya. sayangnya, ada beberapa pihak yang tampaknya mengutip apa yang ada di sini keluar dari konteks yang ada, sehingga mengakibatkan kekacauan di sini dan di sana. namun biarlah. yang penting sementara ini teman gw dah ga menghadapi hal-hal yang berbau teror fisik maupun mental.

gw sendiri udah dapat banyak masukan mengenai masalah ini, termasuk beberapa analisis mengenai kemungkinan pelaku dari ini semua. ada yang memaki, ada yang secara gamblang menunjukkan telunjuknya pada pihak tertentu, ada yang turut mendoakan supaya masalah ini cepat selesai. gw berterima kasih buat semua yang sudah membaca dan turut prihatin dengan masalah ini.

sementara ini petunjuk memang sudah mengarah pada orang tertentu. meski demikian, asas praduga tak bersalah tetap gw pakai, apalagi kalau penyebab dari masalah ini adalah hal yang tidak disadari oleh peneror tersebut ataupun orang-orang di sekelilingnya.

oleh karena itu, tulisan ini adalah tulisan terakhir dari rententan cerita di bawah teror ini. ada banyak hal yang ga gw tulis dalam blog ini. jadi, buat mereka yang kebetulan sudah memlintir cerita ini keluar dari konteksnya dan kebetulan sedang membaca tulisan ini sekarang, gw harap lo sabar dikit. apa yang lo lakukan bukanlah sebuah penyelesaian dari permasalahan ini.

sekian dan terima kasih buat mereka yang sudah mengikuti cerita ini dari awal. semoga kita bertemu kembali dalam cerita lainnya.

v.

secara waktu itu gw masih ada di luar kota, gw ga bisa berbuat banyak selain ngingetin dia untuk jaga diri baik-baik. jangan sampai membuat kesalahan fatal dan membuka kesempatan buat para peneror itu untuk melakukan aksi mereka. untung keesokan harinya tidak terjadi apa-apa.

bulan berganti. masih belum ada tanda-tanda kalau kemarau akan segera tiba di negeri ini. yang terjadi malah kebalikannya. hujan terus-menerus di awal bulan mei itu. tanggal 1 bulan itu gw dapat sms dari adi. “mas, ada info baru!! saya dgr kmrn malam.menurut cerita anak buah ibu itu pernah ada hubungan spesial dengan ayahmu tp dgn kehadiran ibumu hubungan mrk hancur.” waktu gw baca itu, ah akhirnya. ada juga penjelasan lebih lanjut soal motif peneror yang mengaku seorang ibu-ibu itu. dulu infonya cuma ada dendam masa lalu, tapi masih ga jelas dendam apa. sekarang mulai jelas juga apa yang memotivasi dia jadi seorang psikopat.

“trus, apalagi?”

“dendam itu yg sdh lm dipendam dan msh ada ms lalu yg terasa pahit yg msh dipendam sehingga ibu ini menjadi brutal. satu lagi mas, mrk sdh menyediakan peti mt tempat pcrmu.” lah, mereka sudah merencanakan hal ini sampai sejauh itu, gw pikir. tapi heran juga yah, kalau masalahnya balik ke jaman bonyok (bokap – nyokap), ngapain juga sesudah 20 tahun lebih baru dibalas?? dan andaikan mau membalas, kenapa mesti ke temen gw?? pertanyaan-pertanyaan itu terus gw tanyakan dalam hati. hal-hal ini ga masuk akal banget buat terjadi dalam kehidupan nyata. kalau di cerita-cerita bisa jadi, tapi ini kehidupan nyata. duh!!

ternyata gw berpikir cukup lama sampai ga sadar si adi dah sms gw. dia bilang, “klu masalah ini semakin berat apa blh buat sy rela bertemu dengan mas v.” aha … itu satu langkah maju!! gw dah berhari-hari penasaran buat ketemu adi. akhirnya berani juga dia buat ketemu gw.

“aha!! mau ketemuan di mana? kalau bisa di luar kota aja. biar aman.”

“saya berusaha semaksimal mgkn untuk bs aman.yg sy usahakan sekarang ini untuk lebih th orang2 yg msk dalam komplotan ini alamat2 mrk melalui anak buah ibu yg satu ini.”

“bagus-bagus. kalau bisa dapat foto mereka saat mengadakan pertemuan, itu bakal bagus banget.” gw pikir dengan dapat foto, gw bisa tanya bonyok apakah mereka mengenali siapa si peneror itu sebenarnya.

“iya, mas. sy mau tahu nama asli dr ibu itu jd nanti kta gampang untuk berhadapan dgn mrk melalui bukti2 yg ada.”

“ok. hati-hati saat melakukan usaha ini yah.”

“itu yg sedang sy pikirkan skrg mas. sy tetap hti2 dlm hal ini. klu ada kejdan aneh yg menimpa pcrmu kmrn malam tidak usah panik. mrk hny coba2 main jelangkung.”

ergh? ko tiba-tiba ada isu jelangkung? kenapa tiba-tiba main ilmu hitam gini lagi? sesudah tadi menyiapkan peti mati, sekarang malah menyerang dari jauh. aneh. gw tanya ke temen gw itu. ternyata bener. si dia ternyata mengalami pendarahan lagi dari hidungnya alias mimisan.

gw sms si adi bilang, “iya bener. semalam memang terjadi sesuatu pada pacarku.” “itu pasti pekerjaan mrk.sy yakin itu yg mrk buat kemarin sore. usahakan pacarmu banyak minum air putih”, dia bilang.

“makasih banyak buat informasinya, adi.”

“jgn berterima kasih sama saya tapi sama Tuhan krn Dia yg sdh menggerakkan hati nurani saya. karena peristiwa ini mata hati saya dah terbuka untuk melihat yang baik dan jahat.”

“ah syukurlah. tetap hati-hati yah.”

malam harinya, si adi sms gw lagi. “mas, benar pacar mas tadi dah keluar dari asrama dan disenggol sepeda motor?” secara gw ga tahu dia dah keluar atau ga, maka gw sms lah temen gw itu dan bertanya soal itu. ternyata bener juga. maka gw balas sms si adi, “iya, tapi kata pacarku mereka cuma senggol dikit aja gitu sih.”

“mereka senggol sedikit karena mereka tidak yakin itu target mereka, mas.”

“oh? jadi sebenarnya rencana mereka itu gimana?”

“rencana awal mereka mau godain dulu. sesudah itu mau dihipnotis. lalu mereka bawa lari. kalau tetap gagal, langsung mereka tabrak saja. tadi mereka tidak yakin makanya hanya disenggol saja. ternyata perempuan itu tidak ada reaksi apa-apa.”

“mereka dah jelas ga mau berhenti yah?”

“dari pembicaraan anak buah ibu itu, mereka baru berhenti kalau target mereka sudah benar-benar hancur. sepertinya mereka tidak main-main!!”

“hmm .. ok. ati-ati yah, jangan sampai ketahuan kalau kamu terus kasih informasi ke aku”

“iya mas.”

hmm … masalahnya tampak semakin rumit. tapi gw ga bisa berbuat banyak, secara keesokan harinya gw mesti keluar kota beberapa hari. esok harinya, ga lama sebelum gw berangkat pergi dari kota, si adi sms lagi. “mas, ingatkan pacarmu kalau ada yang menelepon dia atas nama ibumu atau keluargamu untuk diajak ketemuan di hotel manapun jgn coba2 mau. kata anak buah ibu itu, nomor hp pacarmu sudah mereka dapatkan. itu info yang saya dapat barusana. sms maupun telpon jangan dipercaya.”

urgh. ga enak banget gini momennya. pas gw mau keluar kota ada berita seperti ini. jadi ya sudah, gw forwardin info tersebut ke teman gw itu sambil bilang supaya dia hati-hati dan ga percaya dengan si ibu-ibu itu andaikan dia sungguh benar jadi telfon. “kamu tahu aku dan ibuku ada di mana. jadi, kalau dia sungguh telfon kamu, kamu tahu da pasti dia cuma seorang penipu.”

perjalanan gw ke luar kota lancar, dan urusan gw hari itu beres. esok harinya, gw dapat sms dari teman dekat gw itu. “v, si ibu-ibu itu telfon lagi. dia sempat ngajakin ketemuan gitu tapi aneh deh. dia bilang dia itu ibumu dan ngajakin ketemuan. dia bilang kamu ke psar dlu ntar smpai dsana aq calling dmna kta ktmuan…, ag bilang bgni.., aq tw pa yag ibu inginkn dri aq jdi untk ktmuanny dbtalkan ja deh.., lgian hnya buang2 wktu..,aq tuh gk prnah trjbak olh kta2 ibu.., ktnya begini.., braniny ya kmu bcra sprti tu ma aq sbgai ibuny v. aq blang bgni.., v. gk sudi trima kmu sbgai ibuny krn ibuny yg asli bkan sperti ibu pnjhat klas kakap..,”

“trus?” gw tanya kelanjutannya.

“trus dia bilang, loh msa ibu tga brbuat jhat seh ma kmu…? aq blang bgni.., gk usah bsa2i bu.., aq tau mau ibu apa.klu mang ibu mw ktmuan ma aq gpp, tpi aq bwa v. ya…? ktanya bgni.., gk ush bwa v. ntar gk enak gtu.., aq blang gni.., kok gk enak seh ma anakny sndri..,?”

“trus?”

“trus dia ga jawab lagi. gitu aja dia ga sms lagi.”

“hmm .. ya udah. ati-ati aja kalau gitu. dia da makin serius dengan ngajakin kamu ketemuan berarti.”

“iya v..,”

gw mikir, hmm .. satu lagi informasi dari si adi benar-benar jadi kenyataan. jadi, apa semua ancaman ini beneran yah? kalau emang bener, berarti si ibu-ibu itu dah makin serius donk ini. hmm .. tapi sapa ibu itu sebenarnya yah? duh. bingung!!!

ternyata waktu gw ketemu ma temen itu, demamnya da makin parah. usut punya usut, dia sebenarnya udah 2 minggu sebelum itu didiagnosa menderita penyakit tifus. udah disuruh dokter buat istirahat sebulan, dia ga mau. jadi dah hari itu dia terkapar dan istirahat total selama empat hari.

hari senin minggu berikutnya …

lagi-lagi gw dapat sms dari si adi. sekitar jam setengah 7 pagi dia bilang, “mas saya ada kabar baru. menakutkan mas. saya kemarin malam sempat ngobrol dengan anak buah ibu itu, katanya rencana mereka berubah mas. mereka ga hanya mau menghancurkan masa depan pacar mas, tapi juga menghilangkan nyawanya. saya mengatakan sama dia sebelum berbuat sesuatu berpikirlah lebih dahulu. ingat keluarga.”

“terus waktu kamu bilang gitu, dia bilang apa?”

“ga usah sok suci. hari gini semua butuh uang.”

“hmm .. trus mereka mau pakai cara apa?”

“rasanya ga mungkin pakai cara gelap mas. tapi saya rasa dengan fisik. dulu rencana pertama mereka hanya menghancurkan. sekarang ditambah dengan menghilangkan nyawa. berarti main fisik! apa yang mesti mas v lakukan?”

“buat sekarang ga ada sih. tapi makasih buat infonya.”

sesudah gw pikir-pikir, hal ini makin serius aja nih. mungkin waktunya buat lapor polisi nih. tanya mereka tindakan apa aja yang bisa dilakukan.

agak siangan dikit, pergilah gw ke kantor polisi. di tempat jaga para polisi gw tanya, “pak, permisi, kalau mau melaporkan kemungkinan adanya tindak kejahatan di mana yah?”

“oh, masuk ke gedung yang ada di sebelah sana itu, mas” kata polisi muda tersebut sambil menunjuk ke arah gedung bercat putih yang ada sekitar 15 meter jauhnya.

“terima kasih, pak.” lantas gw jalan masuk ke gedung tersebut. di dalam kebetulan ada seorang polisi yang sedang menangani laporan dari dua orang perempuan yang kelihatannya kehilangan dompet mereka di jalan. waktu perhatian gw sedang tertuju ke situ, tiba-tiba ada seorang bapak polisi yang menyapa, “mas, ada keperluan apa?”

“oh ini pak, saya mau melaporkan informasi soal adanya kemungkinan terjadi tindak kejahatan.”

“oh kalau begitu silakan ikut saya.” sambil dia melangkah ke sisi lain gedung yang berukuran tidak kurang dari 10 meter x 8 meter itu.

sampai di tempat tersebut, gw disuruh untuk duduk dan menceritakan singkat apa yang terjadi. maka gw ceritakanlah semua yang terjadi mulai dari awal adanya teror sampai informasi terakhir yang gw dapat soal adanya kemungkinan pembunuhan tersebut. sesudah selesai cerita semua, bapak perwira polisi tersebut lantas menghubungi mereka yang berada di unit reskrim untuk datang dan mendengarkan cerita gw tersebut. dia lumayan serius menanggapinya, secara tidak lama berselang ada seorang mahasiswa dari universitas di wilayah kerjanya yang ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan.

sesudah dua orang dari unit reskrim tersebut datang, gw mulai lagi cerita gw dari awal. dan sesudah ada tanya jawab beberapa kali, akhirnya salah satu dari mereka, pak Abdul namanya, bilang, “kalau gitu mas, teman anda itu jangan boleh pergi sendiri. kalau bisa selalu ada teman yang menemani. hindari tempat-tempat sepi!! dan kalau misalnya ada apa-apa terjadi, misalnya ada yang mengikuti begitu, segera telfon 112. nanti agen kami yang terdekat akan segera meluncur ke tempat tersebut. sampai agen kami datang, usahakan untuk tetap berada di keramaian.”

“ah, begitu. terima kasih, pak.” dalam hati gw bilang, udah tahu juga sih kalau itu. tapi ya sudah, paling ga gw tahu tindakan preventif yang selama ini gw bilang ke temen gw itu dah benar berarti. ga lama, gw pun segera meninggalkan kantor polisi itu.

jam 5 sore lewat sedikit. gw cek handphone dan tampak ada pesan singkat dari adi. dia bilang, “mas v. saya sudah ganti nomor karena mereka sudah tahu saya telah beritahu mas rencana mereka. saya tidak tahu apakah ada teman pacarmu yang sekongkol dengan mereka. yang saya tahu ada sesuatu dalam diri mas yang bisa menghalangi mereka berbuat sesuatu, sedangkan kalau pacarmu bersama dengan teman-temannya, masih ada peluang karena hipnotis.”

waktu baca itu gw mikir lagi, gw heran. kalau orang kristen mah ga takut soal hipnotis. bukan karena siapa dengan siapa sih, tapi karena dalam diri masing-masing orang kristen memang sudah ada Roh yang lebih kuat dari roh di dunia ini. kalau sampai “kemasukan” berarti ada sesuatu yang ga beres.

selain itu, ngapain ganti nomor kalau memang sudah ketahuan anak buah si peneror? ganti nomor menurut gw bukan sesuatu yang relevan, kecuali kalau nomornya yang lama memang diambil oleh anak buah ibu-ibu psikopat itu. tapi gw ikutin aja alur smsnya, gw pingin dapat lebih banyak info.

ga berapa lama, adi sms lagi. katanya, “hati-hati dengan perempuan cantik yang ada di angkot.”

“aha!!!” dalam batin gw berteriak. dia sebut juga urusan cewe cantik yang sebelumnya dah diceritakan temen deket gw itu. jadi apa informasi dari si adi ini benar-benar valid? lantas gw tanya, “hmm .. iya tadi memang ada cewe yang coba dekatin pacarku sih. dia kaget gitu waktu ceweku berhenti di tempat yang ga dia duga. omong-omong, orang-orang sewaan mereka itu orang jawa aja? atau campuran?”

“ibu-ibu itu sewa ga hanya orang jawa, mas, macam-macam. saya prihatin sekali terhadap kondisi pacarmu. saya bisa bayangkan kalau itu terjadi pada saudaraku perempuan.”

“ok kalau gitu. hati-hati yah. jangan sampai ketahuan.”

“iya, mas. saya berusaha sebaik mungkin untuk bisa terhindar dari ancaman mereka. jaga baik-baik pacarmu, pesan saya.” begitulah dia mengakhir pesan singkatnya malam itu.

malamnya gw sms temen deket gw itu tanya gimana kabarnya. dia jawab “aq agak demam sedikit sih. tadi siang sempat mimisan selama 10 menit gitu.”

“ooh? terus gimana sekarang? dah ga pa pa?

“udah.”

pembicaraan lewat sms tersebut ga berlangsung lama karena kami berdua sudah terlalu capek malam itu.

pagi-pagi, gw dapat sms dari si adi lagi, “mas, saya sudah kena serangan!! hati-hati!! kaki dan tangan saya serasa diikat, tidak bisa bergerak dan sakit sekali.” gw baca pesan itu sekitar dua jam sesudah dia kirim, jadi gw tahu mesti bilang apa lagi sih.

ga berapa lama kemudian dia sms lagi. “mas, anak buah ibu itu baru saja lapor bahwa mereka sudah berhasil menyantet pacarmu, walau kecil saja. saya tadi baru saja diberitahu oleh mereka yang melakukan.”

“ooh? jadi mereka dah main kuasa gelap nih?” kalau ini sih gw agak tenang, karena dah tahu gimana harus melawannya.

“iya, mas. pacarmu masih bisa bertahan karena ada sesuatu dalam dirinya.”

“hmmm .. ok. hati-hati yah. jangan sampai ketahuan kalau kamu masih terus memberikan informasi padaku.”

“iya mas.”

sesudah dapat informasi itu, gw lantas siap-siap untuk memulai hari yang baru itu. gw mo cek keadaan temen deket gw itu.

selasa sore itu, kami berdua sampai di gereja tepat waktu. tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi, baik saat kami di gereja, makan malam, maupun saat gw mengantarkan dia pulang. sampai keesokan paginya …

“mas v., hari ini mereka bersikeras untuk bisa mendapat pacarmu karena dua hari berturut-turut pacarmu tidak di kota. cara mereka adalah naik angkot dan cari tempat-tempat yang sunyi.” sms dari si adi membangunkan gw. gw lihat pesan tersebut dikirim jam 08.13 pagi.

ga berapa lama datang lagi sms darinya, “saya perlu beritahukan pikiran mas v. bisa mereka baca dan juga apa tindakan mas. hati-hati mas.”

“oh ya?” gw jawab. terus gw bilang, “emang gimana caranya?”

“mreka masih pakai paranormal yang kemarin mas. saya tidak diberitahu gimana caranya. yang penting mereka bisa. mas jangan bertindak apa-apa yang bisa membuat mereka semakin ganas.”

bingung juga gw. apa yang dia maksud dengan jangan bertindak apa-apa yang bisa membuat mereka semakin ganas kalau orangnya siapapun gw ga tau. hmmm … aneh.

“kalau gitu, kamu tahu ciri-ciri fisik mereka gimana?”

“saya tidak tahu, mas. mereka ganti orang tiap hari, jadi susah untuk melacaknya. apalagi saya tidak tahu pasti karena saya hanya cari info dari anak buah mereka yang saya kenal.”

“ya sudah. terima kasih buat informasinya. kamu hati-hati yah. jangan sampai ketahuan!!”

“ya mas. saya berbuat yang terbaik untuk tetap aman.”

buat memastikan keadaan aman, gw sms teman gw itu. “gimana situasi? aman-aman? kita sarapan sama-sama yuk.”

“aman-aman. mau donk sarapan. ketemu di mana?”

“ketemu di tempatku aja.setengah jam dari sekarang gitu?”

“iyah…,”

ternyata si dia datang sekitar sejam kemudian. langsung kami menuju tempat kami ingin sarapan pagi itu. ga berapa lama dia cerita.

“v., tadi ada yang aneh loh waktu aku naik angkot…”

“oh ya? apa?” gw langsung kaitkan ini dengan sms yang gw terima dari si adi tadi pagi.

“ada cewe cantik banget di angkot. dia ajak kenalan gitu. pertamanya ajak kenalan gitu. terus lama-lama tanya mau ke mana.”

“hmmh .. trus?”

“ya aku jawab mau makan ma teman. trus yang aneh tuh, waktu aku berhenti di pertigaan dekat kompleks ruko itu dia kaget. dia bilang, ‘loh koq turun sini?’ seolah-olah dia itu dah kira aku mau pergi ke tempat lain. ruteku yang biasa.”

“oh ya?” rada-rada kaget gw. gawat juga nih, mereka beneran dah melaksanakan aksinya. “trus-trus?”

“yah aku ngerasa kaget juga sih. tapi aku biarin aja. turun terus langsung jalan ambil angkot buat ke rumahmu tadi.”

“hmmh aneh juga nih. soalnya tadi pagi aku barusan dapat informasi dari informanku. dia bilang mereka sebel banget karena rencana mereka gagal karena kamu selama dua hari ga ada di kota.”

“oh ya?”

“heeh. rencana mereka sih kelihatannya mau menghipnotis kamu di angkot di tempat-tempat yang sepi gitu.”

“hmm … “ dia tampak berpikir mengenai hal tersebut.

“ya udah, kalau mau main hipnotis aja, selama pikiran dan hatimu ga kosong aja, pasti bakal mental koq. tenang aja.” gw coba menenangkan dia.

“iya…, udah lah. kita makan dulu yuk.”

“ok.”

sesudah makan, kami berdua berjalan-jalan bersama. kebetulan hari itu adalah hari liburnya. jadi, kami berdua memiliki waktu yang agak lama untuk keluar bersama. tidak ada sesuatu yang terjadi. ga nampak ada orang yang membuntuti kami. sore harinya …