Arsip Kategori: business

huff … it’s done, finally!!! the kkr is over.

sesudah bekerja keras selam 2 (dua) bulan kurang 1 hari, akhirnya kkr (kebaktian kebangunan rohani) gereja eleos malang selesai juga diselenggarakan. masa-masa yang penuh dengan keajaiban dan bukti nyata bagaimana Tuhan Yesus sendiri yang bekerja mengatur acara tersebut dapat berjalan dengan baik.

persiapan kkr itu sendiri kira-kira terjadi seperti berikut:

  • h-8 minggu, kepanitiaan baru terbentuk. penyusunan konsep acara dan proposal pencarian dana langsung menjadi prioritas pertama.
  • h-7 minggu, proposal jadi. menunggu persetujuan dari majelis. draft awal acara sudah tersusun, termasuk lagu-lagu dan para pengisi band.
  • h-6 minggu. proposal mesti direvisi. upaya pencarian dana molor sebagai akibatnya. tim musik mulai latihan.
  • h-5 minggu. proposal selesai direvisi dan disetujui. upaya pencarian dana dimulai. tim musik terus berlatih. dekorasi mulai dibuat konsepnya.
  • h-4 minggu. per 28 september, saldo panitia 500 ribu rupiah. kebutuhan kkr 7.5 juta. terus berharap pada Tuhan akan mukjizat. proposal terus disebar. tim musik terus berlatih.
  • h-3 minggu. proses pemutakhiran draft acara. mulai ada pemasukan tambahan. dekorasi selesai. tim musik terus berlatih.
  • h-2 minggu. per 15 oktober, saldo panitia 5 juta. sudah mulai bisa bernafas kembali. musik terus menjalani pemantapan.
  • h-1 minggu. pemain drum cedera tangan. ugh :( Tuhan mendatangkan mukjizat dengan mengirim 2 pemain musik dari gereja lain untuk membantu persiapan tim musik. fokus panitia sudah pada acara sepenuhnya.
  • h-3 hari. semakin dekat dengan hari H. raut-raut ketegangan terpancar di hampir semua panitia. emosi makin tinggi dan orang-orang jadi makin sensi.
  • h-2 hari. tim band memantapkan latihan mereka. pemantapan chord.
  • h-1 hari. dekorasi terpasang. persiapan mendekati 100%. ga tidur.
  • hari H. cuma sempat tidur 10 menit hari itu. sepatu pantovel jebol. hujan saat kkr akan mulai. huff … puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar. akhirnya bisa bernafas lega. acara beres. mission accomplished.  

kira-kira begitulah jalannya persiapan. sekarang saatnya untuk bersantai sejenak.

my brain was dead. i was desperately looking for some inspiration. my mind was completely blank. that was perhaps the best description to explain my mental status just before i was writing this post.

but then, thank God for GOOGLE!! with only a little effort of typing the keywords, i got some inspiration to brush up my design skills. i managed to find quality resources for designers (including a beginner one, just like me). i would like to share a couple pages here.

first, 15 signs you are a bad graphic designers. although the content might be debatable, designers might still pick a thing or two to brush up their designing skills.

second, 30 fonts that all designers must know and should own. jacob cass outlined 30 fonts (15 serif and 15 sans-serif) that would help designers greatly in making their product.

… (to be continued

it’s me again, pouring out my mind here.

============

i happened to get involved in two photosessions in the last 10 days. the first one was my prewed session. it took roughly an hour and a half and was taken in puncak tidar, about 15-20 minutes away from malang downtown. puncak tidar was an exclusive area; many expats and wealthy family lived in the neighborhood. i couldnt go into much details with regards to the pictures of the session, as we were still working on final editing.

the second session took place three days ago in purwodadi. the theme was casual outfit. the session, somehow, took much longer time than the first one, almost four hours. unfortunately, the weather from bad to worse fast within those hours. the storm hit the place just a few minutes after the session was over. i had been working on editing the pictures since then. in order to get some inspiration, i took a quick glance at my friend’s albums on facebook. i did get some inspiration after opening a few albums, but those albums kinda brought back memories in amsterdam.

amsterdam was very colorful in the summer. people tend to wear bright outfit and were in a good mood all day long. it was great!! some pictures also reminded me of how fast time went in those four year i was there. the sun, cloudy sky, rainy days, snow, the seasons, thank God for those memories.

… (to be continued)

bagian kelima dari cerita perjalanan mendirikan sebuah event organizer (dan sekaligus menjadi EO).

rapat EO semalam berjalan dengan penuh warna. pihak EO mendapatkan surat dari bosnya yang mengontrak EO kalau acara butuh dikonsep ulang dan diturunkan skalanya jadi tinggal kurang dari 10% acara semula. that shocked the whole EO. we decided to hold an emergency meeting with the sender of the letter in order to clarify all this. the meeting itself would only take place 3 days after that meeting.

anyway, itu cerita rapat semalam. hari ini ada berita bagus, though. hari ini tadi diadakan pertemuan dengan beberapa rekan kerja baru dan hasilnya boleh dibilang memuaskan. EO kami akan mulai mengembangkan sayapnya melalui usaha kerjasama dengan agen model dan make-up. selain itu, pemetaan calon mitra kerja (baca: sponsor) pun sudah mulai dilakukan. menurut rencana dalam 2 (dua) bulan ke depan kami akan mengadakan sebuah event terkait dengan hal ini.

saat menulis entry ini gw bisa merasakan bagaimana roda EO ini berputar makin kencang, which was good obviously. perlahan-lahan, nama kami pun tentunya akan makin dikenal, terutama di kota yang secara kebetulan memiliki sikon demografis yang sangat sesuai bagi kami.

… (bersambung)

lagi soal pengalaman menjadi EO. pernah ga pembaca menyiapkan sesuatu, entah acara, entah kepanitiaan, atau apapun, atas permintaan seseorang, kemudian sesudah proses persiapan sudah berjalan selama seminggu lebih, tiba-tiba muncul berita bahwa semuanya harus disederhanakan? pasti menyebalkan, kan? apalagi kalau alasannya ga jelas.

pengalaman seperti tersebut di atas itu juga pernah gw alami. beritanya gw dengar tengah malam buta, jadi ya sudah, gw tanggapin dingin aja, secara gw juga dah pingin tidur.

tapi, hari selanjutnya adalah hari yang berbeda. bangun pagi-pagi buta (jauh lebih pagi dari biasanya ;) ) dan segenap konsentrasi pikiran langsung terfokus ke hal tersebut ‘n cara pemecahannya kira-kira.

hal kayak gini bukannya unexpected sih. tapi, ibaratnya gini nih. ada orang diabet (penderita penyakit gula), udah tau kalau dia harus mengatur pola makannya supaya ga ketergantungan pada obat (dalam jangka panjang bisa merusak organ dalam tubuh). tapi yang dilakukannya malah terus makan nasi, tidak mengurangi konsumsi gula, ga pernah olahraga, dll. that’s suicide. hal yang sama yang terjadi saat ini. pihak yang meminta gw untuk menyelenggarakan ini sedang dalam kondisi parah, jumlah pengunjung berkurang, dunia sekitar ga banyak yang tahu kalau yang bersangkutan eksis, orang-orang (terutama anak-anak muda) mulai memilih produk dan jasa lain, dan saat diberikan pilihan obat, yang dipilih adalah tidak minum obat dan membiarkan status quo. kalau pola pikir mereka udah ga bisa diubah ya sudah sih.

berlanjut …

Seseorang ketika mengawali usahanya harus siap dengan dua hal yaitu : berhasil dalam mengembangkan usahanya atau gagal sama sekali dalam usahanya.

Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya:

1. Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.

2. Kurangnya pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan jelas usaha yang akan digeluti. Seorang wirausahawan apabila tidak dapat mendeskripsikan dan memvisualisakan bentuk usaha yang digeluti mengantar pada kehancuran usaha. Pemaham bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual dan riel sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kejelasan bidang usaha yang telah ditentukan sangat membantu dan mempermudah mengambil kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat.

3. Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit). Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik” sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

4. Gagal dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan. Kegagalan ini terjadi karena tidak tahu sama seklai kondisi atau medan usaha yang digelutinya. Faktor-faktor yang mendukung kegagalan dalam melaksanakan atau menerapkan rencana adalah dari dalam diri sendiri.

5. Tempat usaha dan lokasi yang kurang memadai. Tempat usaha dan lokasi sangat menentukan kelancaran bisnis yang digeluti. Salah memilih, membangun, atau membuka tempat usaha yang harapnnya dapat memperbesar usaha justru kandas karena kesalahan tersebut. Tempat usaha seharusnya diperiksa dulu kelayakannya seperti budaya, karakter, strata sosial, pendapatan, selera, kemanan masyarakat disekitarnya.

6. Kurangnya pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana peralatan. Kemampuan dalam pengadaan, pemeliharaan, pengawasan bahan baku dan peralatan yang dimiliki sangatlah penting. Karena apabila tidak memiliki kemampuan dalam bidang ini akan membuat biaya operasioanal semakin tinggi dan kerugian akan terjadi.

7. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi. Seorang yang berwirausaha haruis berani melakukan perubahan dalam organisasinya. Salah satu perubahan yang dapat membantunya adalah perubahan teknologi yang sedang berkembang. Ketidakmampuan mengikuti perubahan teknologi tidak membuat organisasi mati begitu saja tetapi pergerakan organisasinya berlahan-lahan lambat dan berangsur-angsur ketinggalan dengan organisasi yang lain yang lebih cepat menanggapi perubahan teknologi.

8. Hambatan birokrasi. Birokrasi sangat membantu dalam kearsipan dan adminsitrasi organisasi tetapi apabila birokrasi sangat lambat dan menghambat sama sekali maka akan memperlambat laju kinerja organisasi.

9. Keuntungan yang tidak mencukupi. Keuntungan yang akan diperoleh dalam berwirausaha adalah dasar motivasi ketika seseorang merencanakan bidang usaha. Akan tetapi keuntungan yang diperolah di luar dari jangkau biaya yang telah dikeluarkan atau perkiraan laba yang diperoleh sebelumnya akan mengakibatkan kelangsungan usaha yang cepat berhenti. Motivasi karena bayangan keuntungan yang diperoleh sangat tinggi adalah sikap yang kurang objektif apabila belum mengetahui kondisi lingkungan bisnis yang sebenarnya. Hal yanng paling penting sebelum mnemproleh laba yang tinggi adalah cepat kembalinya modal awal yang digunakan sebagai operasional awal.

10. Tidak adanya produk yang baru. Produk yang telah dibuat dan berhasil memenangi pasar belum tentu akan bertahan lama karena banyak kompetitor yang selalu melakukan inovasi maupun perbaikan produk mereka untuk tampil di pasar. Pengusaha yang tidak pernah menampilkan produk baru yang kreatif maupun inovatif akan mempercepat berhenti usahanya. Hal ini terjadi karena tidak mampu bersaing oleh kompetitor yang telah mengeluarkan produk baru dan mearik perhatian pasar.

Potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan:
1. Pendapatan yang tidak menentu
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap

Keuntungan berwirausaha:
1. Otonomi
2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
3. Kontrol finansial

Kerugian berwirausaha:
1. Pengorbanan personal
2. Beban tanggungjawab
3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal

Langkah Menuju Keberhasilan
1. Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas
2. Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang
3. Membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya
4. Mengembangkan hubungan, baik dengan mitra usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan

Sumber
http://ghanoz2480.wordpress.com
http://ipan.web.id

dikutip dari: teddy wirawan wordpress