survei pasar

•Februari 10, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

akhirnya, warnet gw buka juga hari senin, 8 februari kemarin :) finally!!! dalam kurun waktu 2-3 minggu terakhir ini gw mempelajari beberapa hal lagi yang berguna buat perluasan bisnis gw di kemudian hari.

  • survei pasar
    • it’s simply a must
    • lihat gimana kondisi lingkungan, kalau mo ngontrak, liat bagaimana kondisi rumah (mulai dari atap-genteng, dinding, pagar, sampai ke instalasi listrik, daya listrik, dll). tidak lupa liat juga faktor keamanan (preman atau ada tidaknya portal). faktor lingkungan jg melingkupi orang-orang sekitar (aparat, pak rt, dll).
    • kondisi demografis. misal, anda sudah menentukan pilihan hendak mengontrak rumah tertentu atau ruko tertentu. daerahnya ramai. tapi pastikan keramaian tersebut sesuai dengan bisnis anda. kalau anda hendak membuka warnet, sementara orang yang lewat gaptek juga ga bakal sukses.
  • perhitungan dana investasi awal
    • tentang hal ini kita mesti teliti. jangan sampai ada banyak yang terlewat. kita dapat dengan mudah kehilangan kepercayaan dari para investor bila berapa hari sekali kita lapor, “Maaf Pak, ada biaya tambahan sebesar … untuk …” satu kali mungkin tidak masalah, tapi kalau hal ini berulang kali, kredibilitas dan reputasi, serta tentunya kesuksesan bisnis kita, ada dalam bahaya.
  • belajar sabar
    • ada banyak hal yang tentunya akan berkembang di luar perkiraan awal. mungkin ada bawahan yang menyebalkan atau teman kerja yang membingungkan, but that’s the thing, it’s part of the game. we only need to deal with it properly, and we will get through the problems.

mungkin itu aja buat sekarang. nanti kalau sudah ada update, gw tambah.

wirausaha – mitra bisnis

•Januari 28, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

bagi sebagian besar (calon) pengusaha (terutama umkm), modal adalah salah satu hal yang senantiasa menjadi permasalahan. banyak orang yang patah arang untuk berusaha karena tidak ada modal yang cukup. nah, gara-gara itu gw tadi browsing organisasi-organisasi yang mungkin bisa membantu (calon-calon) pengusaha tersebut untuk mendapatkan modal, sekaligus mendapatkan bimbingan untuk merintis usaha mereka. silakan membaca.

Sumbangsih Stakeholder Usaha Kecil

Beruntung usaha kecil banyak bapak angkatnya alias stakeholder. Stakeholder berarti pihak-pihak yang berkepentingan dengan usaha kecil. Lembaga keuangan bank , misalnya sangat berkepentingan menggaet usaha kecil sebagai mitra bisnis. Bahkan beberapa bank menetapkan usaha kecil sebagai core business mereka. Bank Indonesia sebagai bank sentral sejak lama memiliki program mengembangkan usaha kecil sektor riil melalui program Bantuan Teknis. Kementerian koordinator kesejahteraan rakyat memprioritaskan usaha kecil untuk mengurangi kemiskinan.

Pegadaian sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank juga fokus membantu usaha kecil dengan menyediakan pinjaman lunak untuk usaha kecil. Lembaga keuangan mikro yang berbentuk koperasi dan BMT memiliki pangsa pasar usaha kecil hingga ke pelosok desa. Di tingkat daerah, para dinas instansi terkait memiliki program dan binaan usaha kecil. Badan Usaha Miliki Negara atau BUMN juga memiliki program membantu permodalan usaha kecil melalui program PKBL, program kemitraan dan bina lingkungan. Dari pihak swasta nasional, menggulirkan program tanggung jawab sosial atau CSR untuk pelaku usaha kecil.

Dari kalangan perkumpulan pengusaha, juga melakukan binaan kepada usaha kecil. Kadin memiliki program pendampingan usaha kecil melalui K3 atau disebut ‘Klinik Konsultasi Kredit’. Asosiasi, himpunan dan persatuan pengusaha muncul di setiap daerah propinsi. Ada pula lembaga pendampingan usaha atau BDSP ‘Business Development Service Provider’ mengikuti program pelatihan KKMB ‘konsultan keuangan mitra bank’. Di perguruan tinggi terdapat ‘pusat inkubator bisnis’ membina usaha kecil yang ada di sekitar kampus. Kita juga mengenal PINBUK ‘pusat inkubasi usaha kecil’ membina usaha kecil melalui ribuan jaringan BMT ‘baitulmaal waattanwil’ di seluruh Indonesia. Stakeholder usaha kecil yang unik adalah media massa, cetak dan layar kaca. Berbagai ulasan, berita, opini menghiasi perkembangan dan kemajuan usaha kecil. Pada layar kaca, kita bisa menikmati kisah sukses usaha kecil.

Keberadaan para stakeholder mendampingi usaha kecil merupakan modal yang sangat berharga bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Seharusnya usaha kecil memperoleh manfaat dari para stakeholder. Namun kenyataannya, usaha kecil masih berjalan sendiri, tertatih tatih membangun usaha mereka. Sehingga perlu pemikiran agar keberadaan stakeholder memang memberi sumbangsih untuk kemajuan usaha kecil di Indonesia.

Harus diakui, keberadaan stakeholder belum optimal membantu usaha kecil. Masalah yang menghadang usaha kecil selalu ada. Masalah tersebut butuh perhatian dan solusi dari para stakeholder agar usaha kecil menjadi maju dan mandiri.

Berikut ini daftar stakeholder Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang dapat membantu pengembangan usaha :

  • Lembaga Keuangan Bank
  • Bank Sentral (Bank Indonesia)
  • Menko Kesra
  • Lembaga Keuangan Bukan Bank
  • Lembaga Keuangan Mikro
  • Departemen Teknis di Tingkat Pusat
  • Dinas Terkait di Tingkat Daerah
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Swasta Nasional Non BUMN
  • Asosiasi, Himpunan, Persatuan, Kadar Dagang
  • Lembaga Pendamping Usaha/BDSP
  • Perguruan Tinggi Negari dan Swasta
  • Media Massa
  • Pusat Inkubasi Usaha Kecil / PINBUK

Demikian, semoga bermanfaat untuk Bapak/Ibu/Saudaraku pelaku UMKM dimanapun berada.

Wassalam

sumber: umkm

Sumbangsih Stakeholder Usaha Kecil

Beruntung usaha kecil banyak bapak angkatnya alias stakeholder. Stakeholder berarti pihak-pihak yang berkepentingan dengan usaha kecil. Lembaga keuangan bank , misalnya sangat berkepentingan menggaet usaha kecil sebagai mitra bisnis. Bahkan beberapa bank menetapkan usaha kecil sebagai core business mereka. Bank Indonesia sebagai bank sentral sejak lama memiliki program mengembangkan usaha kecil sektor riil melalui program Bantuan Teknis. Kementerian koordinator kesejahteraan rakyat memprioritaskan usaha kecil untuk mengurangi kemiskinan.

Pegadaian sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank juga fokus membantu usaha kecil dengan menyediakan pinjaman lunak untuk usaha kecil. Lembaga keuangan mikro yang berbentuk koperasi dan BMT memiliki pangsa pasar usaha kecil hingga ke pelosok desa. Di tingkat daerah, para dinas instansi terkait memiliki program dan binaan usaha kecil. Badan Usaha Miliki Negara atau BUMN juga memiliki program membantu permodalan usaha kecil melalui program PKBL, program kemitraan dan bina lingkungan. Dari pihak swasta nasional, menggulirkan program tanggung jawab sosial atau CSR untuk pelaku usaha kecil.

Dari kalangan perkumpulan pengusaha, juga melakukan binaan kepada usaha kecil. Kadin memiliki program pendampingan usaha kecil melalui K3 atau disebut ‘Klinik Konsultasi Kredit’. Asosiasi, himpunan dan persatuan pengusaha muncul di setiap daerah propinsi. Ada pula lembaga pendampingan usaha atau BDSP ‘Business Development Service Provider’ mengikuti program pelatihan KKMB ‘konsultan keuangan mitra bank’. Di perguruan tinggi terdapat ‘pusat inkubator bisnis’ membina usaha kecil yang ada di sekitar kampus. Kita juga mengenal PINBUK ‘pusat inkubasi usaha kecil’ membina usaha kecil melalui ribuan jaringan BMT ‘baitulmaal waattanwil’ di seluruh Indonesia. Stakeholder usaha kecil yang unik adalah media massa, cetak dan layar kaca. Berbagai ulasan, berita, opini menghiasi perkembangan dan kemajuan usaha kecil. Pada layar kaca, kita bisa menikmati kisah sukses usaha kecil.

Keberadaan para stakeholder mendampingi usaha kecil merupakan modal yang sangat berharga bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Seharusnya usaha kecil memperoleh manfaat dari para stakeholder. Namun kenyataannya, usaha kecil masih berjalan sendiri, tertatih tatih membangun usaha mereka. Sehingga perlu pemikiran agar keberadaan stakeholder memang memberi sumbangsih untuk kemajuan usaha kecil di Indonesia.

Harus diakui, keberadaan stakeholder belum optimal membantu usaha kecil. Masalah yang menghadang usaha kecil selalu ada. Masalah tersebut butuh perhatian dan solusi dari para stakeholder agar usaha kecil menjadi maju dan mandiri.

Berikut ini daftar stakeholder Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang dapat membantu pengembangan usaha :

  • Lembaga Keuangan Bank
  • Bank Sentral (Bank Indonesia)
  • Menko Kesra
  • Lembaga Keuangan Bukan Bank
  • Lembaga Keuangan Mikro
  • Departemen Teknis di Tingkat Pusat
  • Dinas Terkait di Tingkat Daerah
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Swasta Nasional Non BUMN
  • Asosiasi, Himpunan, Persatuan, Kadar Dagang
  • Lembaga Pendamping Usaha/BDSP
  • Perguruan Tinggi Negari dan Swasta
  • Media Massa
  • Pusat Inkubasi Usaha Kecil / PINBUK

Demikian, semoga bermanfaat untuk Bapak/Ibu/Saudaraku pelaku UMKM dimanapun berada.

Wassalam

wirausaha – syarat pengajuan kredit

•Januari 19, 2010 • & Komentar

hello …

akhir-akhir ini gw sibuk dengan berbagai hal yang terkait dengan kewirausahaan alias entrepreneurship. dua-tiga minggu terakhir, gw disibukkan dengan pencarian tempat usaha (baca: rumah kontrakkan), pencarian pinjaman modal, dan berbagai hal terkait lainnya.

ngomong-ngomong soal modal. barusan gw dapat daftar syarat-syarat untuk pengajuan kredit di PTPN. berikut ini adalah bunyinya:

1. Unit usaha atau home industry telah menjalankan usahanya minimal 1 (satu) tahun
2. Usaha kecil dan koperasi mengajukan permohonan pinjaman modal kepada Direksi, yang berisikan :

a. Nama dan alamat unit usaha
b. Na,ma dan alamat pemilik/pengurus unit usaha
c. No. KTP pemilik/pengurus unit usaha bidang usaha
d. Surat keterangan usaha dari pihak yang berwenang
e. Surat izin usaha (jika ada)
f. Laporan keuangan usaha (neraca, arus kas, perhitungan laba rugi) atau data yang menunjukkan keadaan keuangan serta hasil usaha
g. Kebutuhan dan rencana penggunaan dana

Proposal tersebut juga dilengkapi dengan lampiran antara lain : pas photo pemohon ukuran 3×4 cm (2 lembar), fotocopy KTP pemohon/pengurus unit usaha, photocopy surat2 perizinan, photocopy buku bank (no rekening bank) dan agunan.

sumber: akupercaya.com

posting ini bakal jadi pertama dari tulisan-tulisan gw mengenai wirausaha. berikutnya akan segera menyusul sesudah usaha yang sedang gw rintis memasuki minggu pertama atau kedua.

blackberry boom in indonesia

•Desember 29, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, Indonesia (CNN) — The BlackBerry is king… in Indonesia, anyway.

It’s hard to go anywhere in Jakarta, the nation’s busy capital, without seeing someone using one of these ubiquitous smart phones.

In the city’s shopping malls, the BlackBerry logo is advertised everywhere and sellers offer everything from the latest, the Blackberry Onyx, to much cheaper, older models.

In its battle with Apple’s iPhone, BlackBerry is the clear winner here. Sellers at one Jakarta mall told CNN they routinely sell about 5 or 6 Blackberries a day. In comparison they sell only one iPhone a day, at the most.

“BlackBerry phones are much more trendy and fashionable than the iPhone,” one seller told CNN. “Hardly anyone asks for an iPhone.”

So just why is the BlackBerry so popular in Indonesia?

One reason is price. Blackberry phones cost about $500 when sold new, compared to an iPhone that costs around $900. But if bought on Indonesia’s “gray market” — in order words, smuggled in tax free — then a BlackBerry can be purchased for around $300.

That caters not just to Indonesia’s high-end businessmen but also to the country’s growing and fashion-conscious middle class.

Another reason is accessibility. Indonesia’s Internet infrastructure is expensive and not always reliable. Getting a home broadband connection can cost as much as $100 a month. For many Indonesians, it’s easier, and cheaper, to get a web-enabled phone.

Used less for surfing the net than digital social networking, BlackBerry phones’ keyboards have also been a real selling point. The iPhone’s touch screen has less appeal in this respect. (Read more on the rise of social media in Southeast Asia)

“I’ve heard the touch screen isn’t so great,” one college student buying her first BlackBerry told CNN. “All my friends use the BlackBerry to email. That’s why I’m getting one.”

BlackBerry manufacturer, Research in Motion, wouldn’t release country-specific figures but said that Indonesia is an important part of its Asia strategy. Indonesia holds a lot of potential.

The ROA Group, a mobile phone research group, estimates that by next year half of Indonesia’s 250 million people will have a mobile phone.

But BlackBerry may not be on top for long. Local provider XL is now offering a service that gives mobile phone users limited web-access to Facebook, Twitter and Yahoo mail.

For many users, that’s all they need and the cost of the service is only about a dollar a day.

source: CNN.com

recap 2009 – getting married?

•Desember 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

tahun 2009 sudah hampir usai. tahun yang penuh dengan lika-liku dan pengalaman tak terduga. banyak hal-hal dan tempat-tempat baru yang akhirnya sempat gw lakukan dan kunjungi dalam kurun waktu 300 sekian hari.

sewaktu baru saja tiba di indonesia sesudah 4 tahun lebih merantau ke negeri orang, cita-cita gw adalah berkeliling indonesia dari barat sampai ke timur. puji Tuhan, cita-cita tersebut terkabul dalam kurun waktu setahun terakhir.

pulau pertama yang gw kunjungi adalah pulau kalimantan. tepatnya kota balikpapan, samarinda, dan pampang. tiga kota yang terletak di kalimantan timur. salah satu yang berkesan buat gw adalah saat gw menyantap ikan bakar sungai mahakam. it was tasty!! sampai sekarang gw lupa tempat makan itu apa namanya, telaga biru or something like that. i definitely have to go there again one day.

sesudah mengunjungi kalimantan, 3 bulan kemudian gw pergi ke padang dan kepulauan mentawai. i think im lucky enough to see padang prior to the massive earthquake two or three months ago. dari padang ke mentawai gw naik kapal feri yang memakan waktu semalaman (dalam kondisi cuaca dan gelombang mendukung). it was a nice trip.

sesudah kalimatan dan sumatera, dua pulau besar di indonesia yang baru saat itu gw kunjungi, gw pergi ke NTT. selama dua minggu ada di sana, gw sempat lihat betapa jauh perbedaan antara indonesia timur dan indonesia barat (terutama dengan pulau jawa). selisih pembangunan antara kedua bagian indonesia ini bisa mencapai lebih dari 10 tahun, dilihat sekilas. kota-kota besar di NTT semacam kefa, atambua, soe itu bahkan tampak jauh lebih kecil daripada kota malang tempat gw tinggal saat ini.

sesudah NTT, pulau terakhir yang gw singgahi adalah sulawesi. selama 3 hari 2 malam gw ada di makassar untuk jalan-jalan lihat pantai losari, trans studio, sambil bertemu teman-teman lama yang bertemu saat mereka study tour ke sekolah gw waktu SMA dulu. it was nice!!

btw, gw mungkin bakal menikah lebih cepat dari yang gw perkirakan. sempat tidak ingin menikah sampai 10 tahun ke depan, namun hal itu sudah berubah. bisa jadi dalam 1 atau 2 tahun ke depan status gw di KTP sudah jadi “menikah” :)

makassar day 3 part 2: indonesian schiphol

•November 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sultan Hasanuddin, bandara kota Makassar. Kota terbesar di Indonesia Timur. Seperti gw bilang di tulisan Makassar Day 1: tidur, bandara ini mengingatkan gw akan bandara di Barcelona. Ternyata kesan tersebut ga sepenuhnya benar. Bandara ini rupanya juga mirip Schipol Airport di Amsterdam. I can also definitely say that the interior design of this airport was the best in Indonesia, in comparison to Soekarno-Hatta, Juanda, and other airports in Padang, Kupang, and Balikpapan (those were the airports I had visited for the past year). Sayangnya, di ruang untuk antrian check-in, tidak disediakan  tempat bagi para penumpang untuk menikmati secangkir kopi, makanan ringan, atau sekedar nongkrong. Hanya ada beberapa kios toko yang gw lihat di tempat ini.

anyway, kelihatannya lebih asik kalau anda melihat foto-foto berikut ini.