it was 10.30pm when i started writing this entry. not until 10.43pm, i began typing the second sentence in this entry. i was busy reading the latest football news on www.goal.com. you know, silly season, as they called it in f1; all football fans were mesmerized due to the current transfer news.
to be honest, i didnt know what else to write. i only wanted to mumble to release what was inside my head ~whatever that was~ it might be about indonesian election on july 8, my trip to west timor on jul 14, couple events in the first week of july, or perhaps more importantly the girl who stole my heart.
all in all, this entry was about nothing actually
tulisan ini adalah tulisan terakhir dari cerita di bawah teror. maaf kalau gw tidak menceritakan secara lebih detail apa yang terjadi selama dua-tiga minggu semenjak apa yang terjadi di tulisan sebelum ini.
saat ini teman gw sudah ga menghadapi serangan teror lagi. gw bersyukur karenanya. sayangnya, ada beberapa pihak yang tampaknya mengutip apa yang ada di sini keluar dari konteks yang ada, sehingga mengakibatkan kekacauan di sini dan di sana. namun biarlah. yang penting sementara ini teman gw dah ga menghadapi hal-hal yang berbau teror fisik maupun mental.
gw sendiri udah dapat banyak masukan mengenai masalah ini, termasuk beberapa analisis mengenai kemungkinan pelaku dari ini semua. ada yang memaki, ada yang secara gamblang menunjukkan telunjuknya pada pihak tertentu, ada yang turut mendoakan supaya masalah ini cepat selesai. gw berterima kasih buat semua yang sudah membaca dan turut prihatin dengan masalah ini.
sementara ini petunjuk memang sudah mengarah pada orang tertentu. meski demikian, asas praduga tak bersalah tetap gw pakai, apalagi kalau penyebab dari masalah ini adalah hal yang tidak disadari oleh peneror tersebut ataupun orang-orang di sekelilingnya.
oleh karena itu, tulisan ini adalah tulisan terakhir dari rententan cerita di bawah teror ini. ada banyak hal yang ga gw tulis dalam blog ini. jadi, buat mereka yang kebetulan sudah memlintir cerita ini keluar dari konteksnya dan kebetulan sedang membaca tulisan ini sekarang, gw harap lo sabar dikit. apa yang lo lakukan bukanlah sebuah penyelesaian dari permasalahan ini.
sekian dan terima kasih buat mereka yang sudah mengikuti cerita ini dari awal. semoga kita bertemu kembali dalam cerita lainnya.
v.
secara waktu itu gw masih ada di luar kota, gw ga bisa berbuat banyak selain ngingetin dia untuk jaga diri baik-baik. jangan sampai membuat kesalahan fatal dan membuka kesempatan buat para peneror itu untuk melakukan aksi mereka. untung keesokan harinya tidak terjadi apa-apa.
bulan berganti. masih belum ada tanda-tanda kalau kemarau akan segera tiba di negeri ini. yang terjadi malah kebalikannya. hujan terus-menerus di awal bulan mei itu. tanggal 1 bulan itu gw dapat sms dari adi. “mas, ada info baru!! saya dgr kmrn malam.menurut cerita anak buah ibu itu pernah ada hubungan spesial dengan ayahmu tp dgn kehadiran ibumu hubungan mrk hancur.” waktu gw baca itu, ah akhirnya. ada juga penjelasan lebih lanjut soal motif peneror yang mengaku seorang ibu-ibu itu. dulu infonya cuma ada dendam masa lalu, tapi masih ga jelas dendam apa. sekarang mulai jelas juga apa yang memotivasi dia jadi seorang psikopat.
“trus, apalagi?”
“dendam itu yg sdh lm dipendam dan msh ada ms lalu yg terasa pahit yg msh dipendam sehingga ibu ini menjadi brutal. satu lagi mas, mrk sdh menyediakan peti mt tempat pcrmu.” lah, mereka sudah merencanakan hal ini sampai sejauh itu, gw pikir. tapi heran juga yah, kalau masalahnya balik ke jaman bonyok (bokap – nyokap), ngapain juga sesudah 20 tahun lebih baru dibalas?? dan andaikan mau membalas, kenapa mesti ke temen gw?? pertanyaan-pertanyaan itu terus gw tanyakan dalam hati. hal-hal ini ga masuk akal banget buat terjadi dalam kehidupan nyata. kalau di cerita-cerita bisa jadi, tapi ini kehidupan nyata. duh!!
ternyata gw berpikir cukup lama sampai ga sadar si adi dah sms gw. dia bilang, “klu masalah ini semakin berat apa blh buat sy rela bertemu dengan mas v.” aha … itu satu langkah maju!! gw dah berhari-hari penasaran buat ketemu adi. akhirnya berani juga dia buat ketemu gw.
“aha!! mau ketemuan di mana? kalau bisa di luar kota aja. biar aman.”
“saya berusaha semaksimal mgkn untuk bs aman.yg sy usahakan sekarang ini untuk lebih th orang2 yg msk dalam komplotan ini alamat2 mrk melalui anak buah ibu yg satu ini.”
“bagus-bagus. kalau bisa dapat foto mereka saat mengadakan pertemuan, itu bakal bagus banget.” gw pikir dengan dapat foto, gw bisa tanya bonyok apakah mereka mengenali siapa si peneror itu sebenarnya.
“iya, mas. sy mau tahu nama asli dr ibu itu jd nanti kta gampang untuk berhadapan dgn mrk melalui bukti2 yg ada.”
“ok. hati-hati saat melakukan usaha ini yah.”
“itu yg sedang sy pikirkan skrg mas. sy tetap hti2 dlm hal ini. klu ada kejdan aneh yg menimpa pcrmu kmrn malam tidak usah panik. mrk hny coba2 main jelangkung.”
ergh? ko tiba-tiba ada isu jelangkung? kenapa tiba-tiba main ilmu hitam gini lagi? sesudah tadi menyiapkan peti mati, sekarang malah menyerang dari jauh. aneh. gw tanya ke temen gw itu. ternyata bener. si dia ternyata mengalami pendarahan lagi dari hidungnya alias mimisan.
gw sms si adi bilang, “iya bener. semalam memang terjadi sesuatu pada pacarku.” “itu pasti pekerjaan mrk.sy yakin itu yg mrk buat kemarin sore. usahakan pacarmu banyak minum air putih”, dia bilang.
“makasih banyak buat informasinya, adi.”
“jgn berterima kasih sama saya tapi sama Tuhan krn Dia yg sdh menggerakkan hati nurani saya. karena peristiwa ini mata hati saya dah terbuka untuk melihat yang baik dan jahat.”
“ah syukurlah. tetap hati-hati yah.”
…
